Enam Orang Tewas Dalam Aksi Pembubaran Kongres Papua.

luc | hukum
22 Oct 2011

Komisi Nasional HAM Papua menyatakan, enam orang tewas dalam aksi pembubaran paksa Kongres Rakyat Papua III. Kongres yang dianggap pemerintah sebagai bentuk perbuatan makar itu berlangsung di lapangan Sepak bola Zakheus, Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura, pada 17-19 Oktober 2011.

“Berdasarkan investigasi kami, ada enam orang yang meninggal. Dua korban ditemukan lebih dulu di belakang Markas Korem 172 PWY Padang Bulan Abepura. Empat lainnya ditemukan kemudian di sekitar tempat pelaksanaan kongres.” kata Matias Murib, Wakil Ketua Perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua, Kamis (20/10).Dua jenazah yang ditemukan lebih dulu bernama Matias Maidepa, mahasiswa STIH Umel Mandiri, dan Yacop Sabonsaba, anggota Petapa (Penjaga Tanah Papua). Namun, keempat jenazah yang ditemukan di sekitar lokasi kongres belumlah diketahui identitasnya.

Bahkan, dari 300 orang yang ditangkap aparat gabungan dari TNI-Polri itu mengaku mengalami penyiksaan, aparat gabungan juga menangkap orang yang melintas di sekitar lokasi kongres.

“Mereka yang ditangkap mengaku mengalami penyiksaan. Banyak pula yang mengaku tidak ikut dalam kongres tersebut. Kebetulan mereka melintas ke daerah itu dan langsung ditangkap,” ungkap Matias.

Di Manokwari, Matias mengatakan ratusan aparat gabungan yang bersenjata lengkap telah melakukan intimidasi terhadap warga. Seorang warga bernama Martinus Yeimo dikabarkan tewas dibunuh oleh anggota Brimob.

Atas peristiwa ini, Matias mengaku pihaknya akan terus melakukan investigasi. Selain itu, dia pun menghimbau agar Pemerintah Pusat berempati terhadap nasib Rakyat Papua.

Menurutnya, kongres itu digelar karena rakyat Papua merasa diperlakukan tidak adil selama ini.

“Mediasi harus segera dilakukan. Dan kami siap memfasilitasinya. Yang terpenting, aparat keamanan harus segera menghentikan operasi penyisiran dan unjuk kekuatan yang berlangsung sejak kemarin sampai hari ini di seluruh tanah Papua.” tegasnya.

Sampai dengan berita ini diturunkan, ratusan aparat keamanan yang bersenjata lengkap dan kendaraan lapis baja masih berjaga-jaga di sejumlah daerah di Papua. Keadaannya masih mencekam dan rasa amarah warga Papua pun masih jelas terlihat.

Incoming search terms:

Leave a Reply