Mahkamah Konstitusi Tidak Cermat Putuskan Kasus Pilkada Banggai

infoGue | nasional, politic
27 May 2011

Jakarta- Ratusan warga Banggai Sulawesi Tengah yang mengatasnamakan Front Rakyat Anti Korupsi (Fraksi) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Mahkamah Konstitusi (MK) dalam aksinya para pengunjuk rasa meminta usut tuntas keputusan MK yang dipimpin oleh Akil Mochtar dalam kasus Pilkada Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.

“Presiden RI harus bertanggung jawab atas demokrasi yang cacat hukum di Kabupaten Banggai. Pilkada Banggai yang cacat hukum adalah bentuk kegagalan pemerintah. Tolak pelantikan Bupati Banggai,”kata Ahmad Boim, Koordinator FRAKSI di depan Kantor MK, Jakarta, Kamis (26/05).
Menurut Boim, putusan MK yang keluar mengabaikan fakta-fakta adanya kecurangan dalam Pilkada di Banggai dan mereka berjanji akan mendatangkan massa lebih banyak bila Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tetap melantik pasangan yang saat ini menang dalam gugatan
“ Jika Gamawan Fauzy  tetap melantik, artinya dia mengabaikan fakta-fakta kecurangan yang terjadi, maka publik Banggai akan bergerak,” tegas Boim

Boim menambahkan, dalam pilkada Banggai, pasangan Shofian Mile dan Herwin Yatim melakukan politik uang dan hal itu tidak diusut oleh MK termasuk mengenai pengiriman kotak suara
“Kita pertanyakan kenapa kotak suara yang dibawa kepolisian tidak di usut,” tegas dia.
Selain di Kantor MK, para pendemo juga mendatangi kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Disana mereka melempari telur busuk sebagai bentuk ketidak puasan atas putusan MK yang mereka anggap cacat hukum, merek juga sempat melakukan aksi dobrak pintu pagar kantor tersebut, namun upaya itu dihalang-halangi oleh ratusan aparat kepolisian yang berjaga-jaga di sekitar aksi berlangsung.

Incoming search terms:

Leave a Reply