Jelang Hari Buruh se-Dunia Para Buruh Siap Kepung Jakarta
infoGue | Bisnis, nasional29 Apr 2011
Jakarta- Peringatan Hari Buruh se-Dunia yang jatuh pada tanggal 1 Mei nanti, berbagai persatuan, organisasi buruh dan pekerja seperti biasa akan melakukan serangkaian aksi demontrasi menuntut kesejahteraan pekerja, rencananya aksi tersebut akan dilakukan di Jakarta maupun di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Sejumlah serikat pekerja dan organisasi buruh yang tergabung dalam Komite Solidaritas Nasional (KSN) dan Aliansi Rakyat Pekerja (ARP) menyerukan kepada seluruh elemen gerakan rakyat dan pekerja se-Indonesia pada tanggal 1 Mei nanti untuk mendatangi dan menduduki pusat-pusat kekuasaan atau objek-objek vital yang ada di Indonesia, seperti bandar udara dan pelabuhan, seperti yang dikutip dalam press releasenya. Jumat (29/04).
Menurut aliansi buruh dalam seruannya, pendudukan obyek vital adalah bertujuan untuk mengacaukan penerapan agenda Neoliberalisme di Indonesia yang dijalankan oleh pemerintah saat ini.
Karena salah satu agenda neoliberalis yang masih berjalan dinilai sebagai penerapan UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dengan UU itulah, maka sistem kerja kontrak/outsourcing dapat diberlakukan dan membuat dunia perburuhan sangat fleksibel dengan menerapkan Pasar Tenaga Kerja yang Fleksibel/Lentur (LMF), dengan begitu, maka jumlah para pekerja kontrak (outsourcing) akan meningkat setiap tahunnya.
Menurut data Lembaga Buruh Internasional (ILO), pada Tahun 2010 jumlah pekerja kontrak di Indonesia sekitar 65 persen dan jumlah pekerja tetap (non kontrak) hanya 35 persen atau sekitar 9,5 juta orang saja, menurut KSN, hal ini menjadikan status pekerja kontrak sangat lemah.
Saat ini para pemilik modal yang menanamkan investasi di perusahaan-perusahaan di Indonesia sangat tergiur dengan penawaran sistem sistem kerja outsourcing, karena menurut mereka, nantinya pengeluaran untuk upah para pekerja bisa lebih di minim.







Kenapa ya